Efek Berbahaya Jika Terlalu Banyak Meminum Kopi

Baik itu berasal dari kopi maupun teh, jika kafein di dalam tubuh sudah “membludak”, maka efek samping merugikan akan datang. Kopi tidak akan menimbulkan efek samping apabila dikonsumsi sewajarnya, bahkan memberikan manfaat yang baik untuk tubuh. Meski tak bisa disamakan, mengonsumsi 250 mg kopi sehari masih aman. Namun tentu hal ini bergantung pada banyak faktor seperti apakah terbiasa merokok, sedang hamil, atau berisiko mengalami patah tulang.

Mengapa tidak baik untuk mengkonsumsi kafein berlebih

Penelitian menunjukkan jahe memang dapat mengurangi mual dan muntah tetapi, ketika dikonsumsi kering, tidak boleh melebihi 1 gram per hari. Saat hamil, Mama dianjurkan untuk membatasi jumlah konsumsi teh, tidak lebih dari 200–300 mg atau sekitar dua-tiga cangkir teh per hari. Jika tidak diimbangi dengan meminum air putih yang banyak kondisi ini tentu akan merugikan tubuh karena cairan bisa berkurang. Meski kasusnya jarang terjadi, rhabdomyolysis menjadi salah satu konsekuensi dari bahaya meminum kopi. Reputasi kopi sebagai pengusir rasa kantuk memang sudah diakui. Kopi telah menjadi minuman wajib bagi sebagian besar orang yang begadang, karena dipercaya akan membantu menahan kantuk, menambah semangat, dan fokus kerja.

Selain memiliki dampak positif, konsumsi kopi ternyata tidak selamanya membawa dampak positif. Faktanya, mengonsumsi kopi juga dapat menimbulkan beberapa efek negatif yang justru dapat mengganggu kondisi kesehatan Anda. Untuk menghindarinya, ada baiknya Anda mengetahui beberapa dampak negatif yang mungkin ditimbulkan. Namun kondisi ini diperparah dengan asupan kafein yang bisa diperoleh dari minum kopi hitam karena meningkatkan asam di dalam lambung. Dengan minum kopi yg berlebihan juga bisa membuat kita menderita insomnia.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk nggak lagi mengonsumsi minuman berkafein saat sore atau malam hari demi mencegah hal ini. Untuk mengetahui dosis dari kopi yang dikonsumsi, kadar kafein di dalamnya menjadi satuan yang kita gunakan untuk mencari tahu batas kopi yang boleh kita minum. Kita tidak mengukur dari jumlah air yang digunakan untuk menyeduh ataupun seberapa banyak cangkir yang kita konsumsi per harinya. Apalagi tiap jenis kopi mengandung kadar kafein yang berbeda-beda seperti arabika yang kafeinnya lebih rendah daripada robusta. Ibu hamil, ibu menyusui, wanita yang sedang program kehamilan, dan penderita penyakit asam lambung juga perlu berhati-hati sebelum minum kopi. Memang banyak obat di pasaran yang bisa membantu meredakan asam lambung.

Selain itu, mengonsumsi nikotin dan alkohol, dalam jumlah yang banyak, juga bisa menyebabkan kondisi serupa. Banyak orang yang sengaja minum kopi setiap hari untuk menghilangkan rasa kantuk. Kopi mengandung kafein yang bisa meningkatkan kewaspadaan sehingga otak jadi lebih fokus dan kerja jadi lebih produktif.

Konsumsi terlalu ekstrem seperti lebih dari 1.000 mg per hari dapat memicu hal ini. Salah satu alasan kenapa orang suka minum kopi adalah agar tetap terjaga dan tidak mudah mengantuk. Tetapi karena hal ini justru akan membuat seseorang menjadi insomnia yang akan berdampak buruk bagi kesehatan. Hindari pula untuk minum kopi di pagi hari saat perut kosong.

Kopi yang biasanya diminum cenderung mengandung banyak gula dan tanin yang asam. Tanpa adanya makanan, cairan asam yang telanjur keluar tidak terpakai untuk mencerna makanan. Selain dikagumi karena Kakek Merah FAFAFA rasanya, banyak orang yang sengaja minum kopi setiap hari untuk menghilangkan rasa kantuk. Zat kafein bisa didapatkan dari minuman seperti kopi, teh, minuman bersoda, atau minuman berenergi.

Kandungan kafein juga dipercaya dapat membantu mengobati sakit kepala, karena kandungannya yang dapat mempersempit pembuluh darah ke otak. Mungkin karena paparan efek tersebut yang menjadikan kopi lebih dinikmati oleh kalangan masyarakat, terutama para pekerja. Satu penelitian menyelidiki bagaimana waktu konsumsi kafein mempengaruhi tidur. Peneliti memberi 12 orang dewasa sehat 400 mg kafein enam jam sebelum tidur, tiga jam sebelum tidur atau sesaat sebelum tidur.

Apabila dilakukan secara berlebihan dan terus-menerus, minum kopi dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Efek minum kopi bagi wanita bisa menyebabkan temper naik turun, apalagi saat sedang PMS. Hindari segala macam minuman yang mengandung kafein, khususnya kopi. Perbanyak asupan air putih agar metabolisme tubuh berjalan dengan baik. Angka tersebut mengalami peningkatan lima persen dalam konsumsi kopi secara keseluruhan untuk AS bila dibandingkan dengan tahun 2015.

Efek pencahar kopi telah dikaitkan dengan pelepasan gastrin, hormon yang diproduksi oleh lambung sehingga mempercepat aktivitas di usus besar. Terlebih lagi, kopi tanpa kafein telah terbukti menghasilkan respons yang serupa. Hasil ini menunjukkan bahwa penting untuk memperhatikan baik jumlah dan waktu konsumsi kafein untuk mengoptimalkan tidur Anda.